Perkembangan GPS di Indonesia: Dari Konvensional hingga Modern


Perkembangan GPS di Indonesia memang sangat pesat, mulai dari yang konvensional hingga yang modern. GPS atau Global Positioning System merupakan teknologi yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari kita, baik itu untuk navigasi, pemetaan, maupun keamanan.

Menurut pakar teknologi, perkembangan GPS di Indonesia telah mengalami transformasi yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Dr. Budi Santoso, seorang ahli geospasial dari Institut Teknologi Bandung (ITB) menyatakan, “Dulu, GPS hanya digunakan untuk kepentingan militer dan penerbangan, namun sekarang GPS telah merambah ke berbagai sektor, seperti transportasi darat, kelautan, dan bahkan pertanian.”

Dalam perkembangannya, GPS konvensional yang hanya menggunakan sinyal satelit telah berkembang menjadi GPS modern yang mampu memberikan data yang lebih akurat dan real-time. Hal ini juga didukung dengan adanya pengembangan teknologi GNSS (Global Navigation Satellite System) yang memungkinkan pengguna untuk mendapatkan informasi lokasi dengan lebih akurat.

Menurut data Badan Informasi Geospasial (BIG), penggunaan GPS di Indonesia terus meningkat dari tahun ke tahun. “Pada tahun 2020, jumlah pengguna GPS di Indonesia mencapai lebih dari 100 juta orang, dan angka ini terus bertambah setiap tahunnya,” ujar Kepala BIG, Dr. Asep Karsidi.

Perkembangan GPS di Indonesia juga mendapat dukungan dari pemerintah melalui program-program yang bertujuan untuk meningkatkan pemanfaatan teknologi GPS dalam berbagai sektor. Menurut Menteri Komunikasi dan Informatika, Johnny G. Plate, “Pemerintah terus mendorong pengembangan teknologi GPS di Indonesia agar dapat memberikan manfaat yang maksimal bagi masyarakat dan perekonomian negara.”

Dengan perkembangan GPS di Indonesia yang semakin pesat, diharapkan teknologi ini dapat terus berkembang dan memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat. Semua pihak, baik itu pemerintah, akademisi, maupun industri, perlu bekerja sama untuk mendukung perkembangan GPS di Indonesia agar dapat bersaing di tingkat global.